"Lebih melandai, tetapi jangan terlalu gembira, kita masih terus memonitoring karena kita masih mencatat adanya gempa vulkanik dalam yang artinya ada suplai ke dalam dapur magma di bawah tubuh Anak Krakatau," ucapnya.

Dia menjelaskan, perihal sebaran abu vulkanik imbas terjadinya erupsi yang tidak merata. Menurut dia, hal itu terjadi karena tekanan angin di atmosfer berbeda-beda.

"Kalau di atmosfer namanya arah dan kecepatan angin berbeda tiap ketinggian, mangkanya tidak merata," ujarnya.

Nugraha mengatakan erupsi Gunung Anak Krakatau terakhir terjadi pada Minggu (6/9), sekitar pukul 20.23 WIB. Erupsi itu berlangsung dengan skala lebih kecil dibanding erupsi sebelumnya.