NADIKABAR.COM — Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya menjelaskan rangkaian konser penyanyi tenor dunia asal Italia, Andrea Bocelli di area JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa (3/11) malam, berjalan aman dan terkendali, meskipun sempat terjadi insiden pelemparan batu oleh massa aksi penolakan.
"Intinya tadi malam ada insiden beberapa, tapi Alhamdulillah semua dapat terkendali," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto saat ditemui di Jakarta, Rabu.
Budi menjelaskan bahwa terdapat dua kegiatan masyarakat yang berlangsung di kawasan JIExpo pada saat yang bersamaan. Pertama, konser musik penyanyi Andrea Bocelli yang dimulai pukul 19.00 WIB hingga 23.00 WIB. Kedua, aksi penyampaian aspirasi dari sekitar 300 orang anggota elemen masyarakat yang menolak penyelenggaraan konser tersebut sejak pukul 15.30 WIB.
Budi menjelaskan petugas gabungan dari Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Pusat sebelumnya telah mengawal jalannya aksi penyampaian aspirasi tersebut.
Ia menambahkan pihaknya juga telah mendampingi tiga kali proses mediasi dan audiensi antara perwakilan massa aksi dan penyelenggara acara. Namun, upaya negosiasi tersebut tidak menemukan titik temu.
"Usai massa membubarkan diri sekitar pukul 18.00 WIB setelah menjalankan ibadah Salat Maghrib, terjadi aksi pelemparan batu dan kayu yang mengarah ke petugas keamanan," katanya.
Akibat insiden pelemparan tersebut, sebanyak 33 orang petugas yang terdiri dari unsur TNI, Polri, serta masyarakat umum mengalami luka-luka. Kemudian Tim Biddokkes Polda Metro Jaya langsung diterjunkan untuk memberikan penanganan medis awal di lokasi.
"Dari total korban luka, sebanyak tiga orang masih menjalani perawatan inap di rumah sakit akibat terkena lemparan benda tumpul dan sesak napas," katanya.
Budi menegaskan tidak ada massa aksi yang ditahan dalam peristiwa tersebut. Selepas situasi terkendali, panitia penyelenggara dan petugas keamanan berhasil mengevakuasi pengisi acara serta mengarahkan kepulangan penonton dan tamu undangan dengan aman.