Penerapan X-Fire juga disandingkan dengan penggunaan air biasa dan bahan pemadam lainnya sehingga dapat memberikan gambaran mengenai karakteristik serta efektivitas penggunaannya di lapangan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembelajaran strategis Serdik Sespimti Dikreg 36. Para peserta tidak hanya mengkaji persoalan Karhutla dari aspek kebijakan dan manajemen, tetapi juga terlibat langsung dalam melihat penerapan alternatif solusi berbasis inovasi dan teknologi.

Pengembangan teknologi tersebut juga memiliki nilai strategis dalam mendukung perlindungan kawasan Ibu Kota Nusantara dari ancaman Karhutla.