Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Open Innovation: Technology, Market, and Complexity pada 2025 turut mengkaji hubungan tekanan keuangan dengan perilaku finansial masyarakat Indonesia. Studi tersebut melibatkan 514 responden di Jakarta, Surabaya, dan Yogyakarta.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan dalam mengelola uang sehari-hari berkaitan dengan meningkatnya tekanan finansial. Penelitian itu juga menemukan bahwa tekanan finansial berhubungan dengan perilaku pengelolaan uang yang kurang optimal. Meski demikian, hasil penelitian terhadap responden di tiga kota tersebut tidak dapat digeneralisasi untuk seluruh penduduk Indonesia.

Kecemasan tentang uang tidak selalu dapat hilang hanya dengan menambah penghasilan. Selain memperbaiki kondisi keuangan, seseorang juga perlu memahami pola pikir dan kebiasaan yang muncul ketika menghadapi persoalan finansial.

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan

Mulailah dengan mencatat jumlah penghasilan, kebutuhan pokok, cicilan, dan pengeluaran lainnya. Catatan tersebut membantu memberikan gambaran yang lebih jelas tentang kondisi keuangan sehingga keputusan dapat dibuat berdasarkan data, bukan hanya kekhawatiran.

Prioritaskan kebutuhan pokok, kewajiban pembayaran, dan kebutuhan penting lainnya. Jika penghasilan terbatas, anggaran dapat disesuaikan dengan kondisi nyata tanpa memaksakan target tabungan yang sulit dicapai.

3. Pecah masalah menjadi langkah kecil

Utang, tagihan, atau kebutuhan dana darurat mungkin terasa berat jika dipikirkan sekaligus. Cobalah menentukan satu langkah yang dapat dilakukan terlebih dahulu, misalnya menyusun daftar utang, menghubungi pihak pemberi pinjaman untuk membahas pilihan pembayaran, atau mulai menyisihkan dana sesuai kemampuan.

4. Batasi kebiasaan membandingkan kondisi keuangan

Melihat pencapaian finansial orang lain di media sosial dapat menimbulkan perasaan tertinggal. Padahal, seseorang tidak selalu mengetahui kondisi sebenarnya di balik gaya hidup yang ditampilkan. Fokuslah pada kebutuhan, kemampuan, dan tujuan finansial pribadi.

5. Cari bantuan jika kecemasan mengganggu aktivitas

Jika kekhawatiran tentang uang terus berulang hingga mengganggu tidur, pekerjaan, hubungan dengan orang terdekat, atau aktivitas sehari-hari, pertimbangkan untuk berbicara dengan psikolog atau tenaga kesehatan mental. Konsultasi dengan perencana keuangan atau konselor keuangan juga dapat membantu mengurai masalah pengelolaan uang secara lebih terstruktur.

Financial anxiety merupakan kondisi yang perlu dipahami tanpa menghakimi diri sendiri. Kekhawatiran tentang uang tidak selalu mencerminkan kegagalan seseorang dalam mengatur keuangan. Dengan mengenali tanda-tandanya, memahami pemicu, dan mengambil langkah yang realistis, tekanan finansial dapat dikelola secara lebih sehat.