Saat ditanya mengenai hal yang paling ingin dipelajari, Lingga menuturkan "karena Jerman sendiri adalah pusat atau kiblatnya dari pendidikan vokasi dunia. Sehingga saya berharap saya dapat mempelajari berbagai macam teknologi, terutama kontrol otomasi,".
Lingga mendapatkan penempatan magang di Technische Universiteit Dresden (TU Dresden). Selain magang, Lingga juga akan mengikuti perkuliahan selama 1,5 bulan di sana. SKS selama kuliah dan magang di TU Dresden, imbuh Lingga, bisa dikonversikan bila hendak melanjutkan pendidikan S2 di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
"Secara tidak langsung bisa dikonversi juga ini, sebagai program S2 kerjasama dengan Universitas Negeri Yogyakarta. Jadi konversi ini bisa 1 semester, sehingga nanti bisa dilanjutkan di UNY 1 semester lagi, kemudian sidang tesis," urai dia.
Pria yang sudah mengabdi 12 tahun jadi guru SMK ini membeberkan sejumlah persiapan yang dilakukan sebelum dirinya lolos dan berangkat ke Jerman.
"Persiapan-persiapan yang saya lakukan terutama terkait bahasa dulu, ya. Karena kita kan bahasa ibunya bukan bahasa Inggris, jadi kita perlu persiapan bahasa. Kemudian persiapan pengumpulan dokumen-dokumen, sertifikat-sertifikat yang perlu dilengkapi karena memang ada persyaratan teknis terkait di bidang saya sendiri otomasi," jelasnya.