Ia menambahkan koordinasi kebijakan fiskal dan moneter perlu diperkuat agar pemerintah dapat merespons perubahan tekanan inflasi secara tepat.

"Ketika tekanan dari Selat Hormuz atau Timur Tengah mulai mereda dan inflasi melandai, saatnya kebijakan fiskal mendorong perekonomian, dalam arti diarahkan kepada dunia usaha yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat," ujarnya.

Menurut Josua, belanja pemerintah perlu diarahkan kepada sektor usaha yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama sektor yang mampu menyerap banyak tenaga kerja dan memiliki produktivitas tinggi.

"Proyek-proyek yang dapat menyerap banyak tenaga kerja dan usaha yang lebih produktif perlu menjadi prioritas. Karena itu, skala prioritas sangat penting," ucapnya.