"Kecelakaan itu bukan ketidaksengajaan. Penjahat menginginkan muatan tersebut, jadi mereka sengaja melumpuhkan pengawalnya," ungkap Gerardo Pachuca, penyelidik swasta dan mantan deputi sheriff Los Angeles County.

Beberapa muatan yang dicuri mencakup berbagai macam barang lainnya, menandakan bukan hanya perusahaan AI yang diincar. Dalam kasus yang ditangani Departemen Sheriff Los Angeles County, penyelidik menyita peralatan pendingin data center yang dicuri bersama kantong nikotin, televisi, sepatu, sampai speaker.

Serangan ini menunjukkan komplotan pencuri di era booming AI telah berevolusi. Penjahat menyusup ke akun email untuk mengintai kargo bernilai tinggi, membelokkan rute pengiriman, mengacak GPS, bahkan menggunakan AI untuk membuat SIM palsu.

Setelah berhasil menggasak barang, penjahat menjual komponen secara eceran ke perusahaan teknologi yang tergiur membeli perangkat AI dengan murah. Sebagian barang curian bahkan dikirim ke luar negeri khususnya China, di mana akses ke teknologi canggih AS dibatasi.

Beberapa negara bagian membentuk satuan tugas khusus untuk melacak kargo yang dicuri. "Satu-satunya celah aksi ini untuk berhasil adalah jika latar belakang sopir tak diperiksa dengan benar," kata Scott Cornell, ketua TAPA Americas.