Ia menilai tuduhan tersebut tidak benar dan tidak berdasar. Terlebih pihaknya telah berinvestasi di Indonesia lebih dari 30 tahun dan akan terus dilakukan berdasarkan analisis fundamental dan disesuaikan dengan risiko.

"Tidak ada seorang pun dari Temasek yang pernah menghubungi MSCI untuk memengaruhi keputusan apa pun yang mereka buat terkait bursa mana pun di kawasan ini. Mungkin cukup sampai di situ saja," ujar Fock Wai Hoong, Kepala Wilayah Asia-Pasifik (di luar Tiongkok dan India) di Temasek Global Investments.

Sebelumnya, eks Mendag Muhammad Lutfi menilai ancaman MSCI terjadi karena adanya campur tangan Singapura. Ia mengaku mendapat informasi bahwa Rachel Goh dari GIC menekan MSCI agar menurunkan status pasar modal Indonesia dengan tujuan membuat pasar panik dan investor asing bisa kembali membeli saham Indonesia dengan harga murah.