Kesepakatan Singapura dan Malaysia ini merupakan tindak lanjut dari perjanjian pengembangan bersama atau joint development agreement yang ditandatangani di sela-sela KTT ASEAN ke-46 di Kuala Lumpur, Malaysia, Mei 2025 lalu.

Melalui izin tersebut, Singapura dapat memperoleh dan mengintegrasikan pasokan listrik rendah karbon dari sumber daya regional maupun domestik, termasuk pembangkit listrik tenaga angin lepas pantai dari Vietnam serta tenaga surya dari Malaysia.

"Sembcorp Utilities menargetkan impor listrik dari proyek ini dapat mulai berjalan pada 2035. Selama beberapa tahun ke depan, konsorsium akan terus mengembangkan proyek ini, termasuk mengurus seluruh perizinan yang diperlukan dari pihak berwenang, menyelesaikan Perjanjian Jual Beli Listrik (PPA) dengan pembeli, serta mengamankan pendanaan yang memadai," jelas EMA.