"Mengkritik apalagi secara terbuka di media sosial, apa lagi juga melakukan ancaman secara terbuka menurut saya tidak akan menghasilkan outcome yang baik, baik dalam jangka pendek atau jangka panjang," ucap Ignasius.

Lebih lanjut, Ignasius juga menyinggung ada perjanjian ASEAN mengenai karhutla. Perjanjian itu, kata dia, diteken semua negara ASEAN.

"Kita bicara kebakaran hutan dan lahan atau yang disebut karhutla. Singapura dan Malaysia melakukan kritik lewat para tokohnya padahal kita sudah memiliki framework ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution yang ditandatangani dan diratifikasi di Malaysia oleh 10 negara. Semua negara ASEAN sepakat dalam framework ASEAN," ujar dia.

"Apakah Malaysia atau Singapura memiliki playbook yang berbeda? Ataukah hanya untuk bicara secara politis untuk melayani konstituennya? Saya pikir ini tidak akan menghasilkan solusi yang baik," lanjut dia.