Sebelum tewas, Malcolm diketahui tengah mengawal seorang wanita bernama Valentina, putri sinis seorang pejabat Ukraina, Menteri Leonid Vasilev. Kini Valentina menjadi sasaran kelompok kriminal.

Frank yang menemukan Valentina di dalam mobil menyadari bahwa sebuah bom telah terpasang di pergelangan tangan wanita itu.

Frank kemudian dipaksa menjalankan misi untuk mengantar Valentina ke sejumlah lokasi di Eropa dengan aturan yang tak boleh dilanggar. Bom tersebut akan meledak jika Frank berada lebih dari 75 kaki dari mobil, sementara alat pelacak memastikan setiap gerakan mereka terus diawasi.

Dalam perjalanan, Frank mulai menyadari bahwa Valentina bukan sekadar penumpang yang harus diantarkan. Di balik penculikan itu tersembunyi rencana besar yang melibatkan pemerasan terhadap sang menteri dan kepentingan bisnis yang jauh lebih besar.

Situasi semakin berbahaya ketika Frank dan Valentina diburu oleh sekelompok orang bersenjata yang berusaha menggagalkan perjalanan mereka. Di tengah pelarian dari satu tempat ke tempat lain, keduanya perlahan semakin dekat, sementara Valentina mulai mengungkap alasan dirinya terjebak dalam situasi tersebut.