NADIKABAR.COM — Wakil Bupati (Wabup) Nagekeo Gonzalo Gratianus Muga Sada, mengungkapkan semua sekolah mulai dari TK, SD, SMP dan SMA di wilayahnya masih menggunakan tenda darurat untuk kegiatan belajar mengajar (KBM). Ratusan sekolah tersebut sebelumnya terdampak gempa bumi M 7,7.

"Kalau untuk fasilitas pendidikannya, permisi cukup terdampak besar sehingga saat ini proses pembelajarannya masih di luar ruangan menggunakan tenda darurat," ujar Gonzalo saat diwawancarai di Posko Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi Nagekeo, Kamis (3/9/2026).

Politikus PAN itu mengungkapkan sejauh ini masih menunggu asesmen kerusakan dari pemerintah pusat. Hal ini membuat Gonzalo tetap optimistis karena ada beberapa sekolah yang cuman rusak ringan.

"Ketika mereka dapat label hijau dari hasil asesmen, maka mereka bisa masuk kembali ke ruangan untuk proses KBM," jelas Gonzalo.

Menurutnya, apabila sebagian sekolah sudah bisa menggunakan ruangannya untuk proses KBM, maka dukungan pengadaan terpal maupun tenda darurat dipastikan berkurangan. Namun, sekolah yang rusak berat akan menjadi prioritas utama dalam perbaikan.

Di lain sisi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagekeo merasa diuntungkan karena sebelum terjadinya gempa, sebanyak 60 sekolah mulai dari TK hingga SMA mendapat program revitalisasi 2026 dari Kementerian Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

"Sebelum gempa itu mereka sudah bangun ruangan darurat di luar karena gedung utamanya mau direvitalisasi. Ini yang membuat kami sangat terbantu dengan adanya progran revitalisasi," terang Gonzalo.

Sebanyak 328 sekolah di Nagekeo rusak akibat gempa. Perinciannya sebanyak 123 sekolah rusak berat, 150 rusak ringan, dan 105 rusak ringan.

"Total semuanya ada 328 sekolah," ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Nagekeo, Tarsisius Djogo, saat ditemui, Selasa (25/8/2026).