"Kalau SPLG-nya itu disetop hari ini, hari ini informasinya SPPG-nya setop. Sambil menunggu, pengecekan berkaitan sampel juga, apakah kemudian nanti ada indikasi atau nggak," imbuhnya.

Lebih lanjut Rohmi menjelaskan, kejadian keracunan ini baru pertama kali terjadi di wilayahnya. Menurutnya, terdapat 10 SPPG di Kapanewon Sleman dan masing-masing memiliki Korwil.

Sehingga informasi kejadian bisa dengan cepat tertangani.

"Kalau selama saya di sini ya baru ini, baru sekali ini. Di lingkup Kapanewon itu ada kurang lebih 10 SPPG sih, biasanya juga saling komunikasi ketika ada hal, kan ini salah satunya infonya dari korwilnya SPPG yang Kapanewon. Jadi terinfo bahwa ada kejadian seperti ini," ujar Rohmi.

"Jadi mereka juga tidak menyembunyikan fakta bahwa ada kejadian kan gitu. Kemudian info ke kita termasuk kronologisnya dan sebagainya. Sehingga harapannya cepat tertangani dan harapannya juga tidak terulang," pungkasnya.