Setelah dinyatakan eligible, peserta akan mengikuti tahapan seleksi yang ditentukan oleh masing-masing program studi. Bentuk seleksi dapat berupa wawancara maupun ujian program studi lainnya.
"Yang paling penting adalah verifikasi. Pertama, verifikasi dokumen resmi seperti ijazah dan transkrip. Selain itu juga kartu identitas, serta sertifikat TKA dan TKBI. Setelah eligible keluar, kemudian interview atau ujian prodi lainnya, baru penentuan kelulusan," jelasnya.
Selain itu, Anas mengingatkan agar peserta memastikan sertifikat TKA dan TKBI berasal dari lembaga penyelenggara resmi dan terakreditasi. Hal ini untuk menunjang proses verifikasi dokumen tidak terkendala.
Sayangnya, Anas mengatakan tidak ada skema beasiswa pada gelombang kali ini. Biasanya, tersedia Beasiswa Unpad (BPUPP dan BPDP), Beasiswa PMDSU, serta program fast track dari jenjang S-1 ke S-2.
Meski demikian, mahasiswa bisa mencoba alternatif lain. Misalnya beasiswa pemerintah seperti LPDP, beasiswa Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi dan sebagainya.
Selain itu, Anas mengingatkan calon mahasiswa supaya mendaftar lebih awal agar memiliki waktu lebih jika harus memperbaiki dokumen yang tidak sesuai.