"Kita cek SPPG-nya. Kami minta untuk sementara waktu, SPPG itu dinonaktifkan dulu sampai batas waktu yang belum ditentukan," kata Mujiyanto, salah seorang orang tua/wali murid yang ikut mendatangi SPPG tersebut, Jumat (11/9).
Dikemukakan dia, ada tiga perwakilan dari Paguyuban Wali Murid yang datang ke SPPG tersebut. Pihak wali murid meminta operasional SPPG dihentikan sementara, untuk menjaga traumatik siswa korban keracunan maupun para orang tuanya.
"Kalau saya pribadi ya meminta untuk MBG itu ditutup permanen. Anggarannya bisa dialihkan untuk bantuan biaya pendidikan yang lain," kata dia.
Diberitakan sebelumnya, puluhan siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kecamatan Selo. Tiga anak menjalani rawat inap di Puskesmas Selo.
"Informasi dari Puskesmas Selo, ada 34 anak yang bergejala. Terdiri 33 anak dari SMP 1 dan satu anak dari SMP 2," kata Camat Selo, Eko Dodi Apriyanto, dikonfirmasi melalui telepon selulernya Jumat (11/9/2026).