NADIKABAR.COM — Sebanyak 725 siswa dan 25 guru di SMAN 1 Lasem Rembang mengalami diare massal pagi tadi, diduga gegara keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Soditan Lasem yang melayani MBG di sekolah tersebut meminta maaf.
"Kami meminta maaf sebesar-besarnya kepada pihak sekolah, orang tua, dan para siswa. Fokus utama kami saat ini adalah memastikan penanganan medis berjalan optimal tanpa membebankan biaya sepeser pun kepada korban," kata Kepala SPPG Soditan Lasem, Achmad Sholeh Syarifudin, saat dihubungi NadiKabar lewat telepon, Kamis (3/9/2026).
"Ini menjadi momentum bagi kami untuk melakukan evaluasi total. Kami akan memperbaiki seluruh prosedur standar operasional (SOP) agar kelalaian serupa tidak pernah terulang kembali di masa depan," imbuhnya.
Diketahui, peristiwa diare massal itu terjadi pada Kamis (3/9) sekitar pukul 09.00 WIB. Kegiatan belajar mengajar (KBM) pun lumpuh sehingga para murid dipulangkan.
Kepala SMAN 1 Lasem, Juhartutik, saat dimintai konfirmasi NadiKabar menjelaskan, sekitar pukul 09.00 WIB para murid dan guru mengalami mual dan diare.
"Akhirnya saya menyuruh agar tiap kelas didata yang mengalami diare itu. Setelah didata ada 20-31 orang dalam satu kelas. Sampai 33 kelas itu total 725 anak yang diare dan guru ada 25 orang. Kalau total jumlah murid itu ada 1.174, guru 95 orang," kata Kepala SMAN 1 Lasem, Juhartutik, saat ditemui NadiKabar di sekolah, Kamis (3/9/2026).