NADIKABAR.COM — Perusahaan antariksa milik Elon Musk, SpaceX, berencana membangun jaringan seluler 5G sendiri di Amerika Serikat (AS) melalui layanan Starlink Mobile. Langkah ini berpotensi membuat Starlink bersaing langsung dengan operator telekomunikasi besar seperti AT&T, Verizon, dan T-Mobile.
Untuk mewujudkan rencana tersebut, SpaceX menggandeng Qualcomm melalui kesepakatan kerja sama selama beberapa tahun untuk memasok perangkat radio, unit baseband, dan perangkat lunak pendukung jaringan 5G.
Qualcomm menyatakan perangkat tersebut akan dipasang di puluhan ribu lokasi menara seluler atau macro cell site di seluruh AS mulai 2027.
Perusahaan tidak mengungkap nilai kontrak kerja sama tersebut, tetapi menyebutnya sebagai kesepakatan 5G terbesar yang pernah mereka raih.
"Ini merupakan kesepakatan 5G terbesar kami sejauh ini," kata Qualcomm, dikutip dari Reuters, Jumat (6/11).
Melalui pengembangan jaringan tersebut, SpaceX berambisi menjadi salah satu operator telekomunikasi besar di AS dengan menggabungkan konektivitas satelit dan jaringan seluler berbasis infrastruktur darat.
Langkah ini sekaligus menandai perluasan bisnis Starlink yang selama ini dikenal sebagai penyedia layanan internet berbasis satelit.