NADIKABAR.COM β Lagu terbaru Ashe, Stop the Wedding!, viral di media sosial dengan tren para perempuan ramai-ramai mengungkapkan pengalaman pahit mereka menjalani hubungan yang toksik.
Lagu yang dirilis pada 7 Agustus tersebut ditulis sendiri oleh perempuan bernama asli Ashlyn Wilson itu bersama Noah Conrad dan Annika Bennett, untuk lead single album keempat Ashe, The Girl of Your Dreams.
Perempuan 33 tahun tersebut mengakui bahwa lagu yang diproduseri Conrad tersebut lahir memang dari pengalamannya menjalani rumah tangga yang toksik dan manipulatif yang berujung pada perpisahan pada 2018.
Menurut Ashe kepadaΒ People seperti dirilis pada September 2026, lagu Stop the Wedding! adalah "saudara perempuan yang lebih dewasa dan bijak" dari lagu populernya, Moral of the Story (2019).
"Lagu ini benar-benar terasa seperti versi yang lebih dewasa dari Moral of the Story. Semacam perasaan yang sangat bebas-seperti menyadari, 'Tunggu dulu, hal itu sebenarnya tidak perlu terjadi sama sekali. Kita bisa saja menghindar dan pergi dari situasi itu'," kata Ashe.
"Namun, karena berbagai hal yang diajarkan kepada saya sejak kecil sebagai seorang perempuan, saya justru bertahan dalam hubungan yang sangat manipulatif."
"Saya sempat berpikir, 'Bagaimana jika ada satu generasi perempuan muda yang mendengarkan lagu ini, lalu menyadari bahwa mereka tidak terjebak, atau tidak harus terus menjalani sesuatu yang terasa tidak tepat?' Entah itu terkait pernikahan, pekerjaan, harapan orang tua, atau situasi apa pun di mana seseorang merasa terjebak."
Dalam wawancara dengan Variety, Ashe yang kini sudah menikah kembali dengan musisi John Canada ini mengakui lagu Stop The Wedding! tersebut seperti permohonan dramatis kepada dirinya di masa lalu untuk meninggalkan hubungan pernikahannya sebelum benar-benar dimulai.
"Ada rasa syukur yang luar biasa atas hidup saya saat ini-saya tentu tidak bersyukur memiliki mantan suami yang kasar, tetapi saya bersyukur atas kisah dan karya seni yang kini sangat saya banggakan," kata Ashe.
Namun seperti keinginan Ashe, lagu tersebut bagai menjadi suara yang dirasakan berbagai perempuan di luar sana. Lagu itu dengan cepat menjadi debut solo terbesar Ashe.
Ashe mengakui bahwa lagu tersebut lahir memang dari pengalamannya menjalani rumah tangga yang toksik dan manipulatif. (AFP/VALERIE MACON)
Dalam tiga minggu pertama, lagu ini telah meraih 15 juta stream di Spotify dan masuk ke dalam daftar 50 lagu yang sedang tren di TikTok, bahkan memicu tren Stop The Wedding.
"Rasanya seperti, akhirnya!" ungkap Ashe menanggapi kesuksesan lagu tersebut. "Jika ada orang yang berkomentar, 'Wah, sukses sekali dalam semalam,' saya justru bangga karena saya sudah menekuni bidang ini sejak lama. Sekarang orang-orang menyadari, 'Ya ampun, ternyata dia adalah gadis yang sama yang merilis lagu Moral of the Story.'"
"Saya benar-benar merasa telah sampai di titik ini. Dan menurut saya, untung saja hal ini tidak terjadi lebih cepat. Memang tepat bahwa Stop the Wedding! adalah lagu yang mengubah segalanya."
"Bayangkan, 20 tahun dari sekarang, gadis kecil ini mungkin dilamar oleh orang yang salah, merasa terjebak dalam pekerjaannya, bingung memilih jurusan kuliah, atau diminta melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak cocok untuknya. Lalu, ia teringat kembali pada lagu Stop the Wedding!," tutur Ashe dengan mata berkaca-kaca.
"Mungkin ada satu generasi perempuan yang bisa terpengaruh oleh lagu ini-bayangkan jika kita bisa membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik? Saat itu saya langsung menangis dan berpikir, 'Wah, itulah inti dari semuanya.'"
Ashe menyebut dirinya kini sudah pulih setelah mengalami rumah tangga yang kandas pada 2018, kehilangan saudaranya pada 2019, dan dilanjutkan dengan hiatus untuk rehat pada 2022.
Ashe kemudian menikah dengan John Canada pada 2025 dan menciptakan musik dari sudut pandang bahagia serta penuh "imajinasi" yang tertuang dalam album terbarunya, The Girl of Your Dreams.
"Saya menulis seluruh album ini dari kondisi diri yang sudah pulih, utuh, dan merasa puas. Saya tidak sedang dalam pencarian. Saya tidak lagi mencari jati diri, mencari cinta, ataupun mencari tujuan hidup," kata Ashe.
"Ini adalah album yang terasa sudah pulih, jenaka, dan menyenangkan-dan saat ini, kondisi mental dan emosional saya benar-benar stabil," paparnya.Β "Untuk pertama kalinya dalam hidup, saya tidak terlalu terpaku pada kesuksesan karya ini. Padahal, saya mengatakan hal tersebut tepat saat saya sedang mengalami perilisan terbesar dalam karier saya."