Investor sebaiknya memperhatikan tujuan keuangan, jangka waktu (time horizon), profil risiko, serta indikator makro seperti inflasi, kebijakan suku bunga, dan stabilitas politik.
Untuk meminimalisir risiko kerugian, Dandy menyarankan investor menggunakan metode dollar cost averaging (DCA), yakni masuk atau membeli valas sedikit demi sedikit secara berkala.
Dandy mengingatkan agar investor hanya menggunakan sebagian porsi investasinya dan menghindari pemakaian dana kebutuhan jangka pendek untuk berspekulasi.
"Kalau masuk sekarang, harga sudah relatif tinggi. Kalau memang ada kebutuhan untuk pakai dolar, maka saran saya masuk bertahap daripada menebak kapan titik terendah," ujar Dandy.
Dandy memberikan rekomendasi terkait pilihan mata uangbagi mereka yang ingin merambah valas.
Bagi investor konservatif, Dandy menyarankan USD, SGD, atau mata uang safe haven seperti CHF (Franc Swiss) yang fungsinya lebih untuk wealth preservation dan diversifikasi.
Bagi investor dengan profil moderat, jangkauannya bisa diperluas ke mata uang GBP dan JPY.
Sementara untuk kategori agresif, Dandy menilai sejumlah pasangan mata uang (currency pair) seperti GBP/USD, USD/JPY, USD/CHF, dan GBP/JPY layak dipantau.