"Mereka bukan korban yang tidak sengaja dibunuh. Anak-anak itu, laki-lagi dan perempuan, ketika kita berhenti menyebut sesuatu dengan sebutan mereka, ketika kita mulai menerima bahasa yang menyembunyikan rasa sakit, kita mulai kehilangan rasa kemanusiaan kita," kata Guardiola.

Penderitaan anak-anak kecil di Gaza, yang merupakan bagian kecil dari Palestina yang tersisa, jadi sorotan Guardiola.

"Kita sedang hidup di sebuah masa yang sangat kelam dalam sepanjang sejarah. Kita melihat anak-anak kecil di Gaza mencari-cari orang tua mereka di bawah reruntuhan bangunan, meminta tolong, kelaparan, sendirian. Kita melihat mereka kehilangan segalanya bahkan sebelum mereka bertumbuh kembang," ucapnya.

Guardiola membeberkan fakta serangan-serangan Israel terus terjadi dan tidak mengenal berhenti sehingga membuat masyarakat Palestina berada dalam situasi yang tragis. Oleh karena itu Guardiola mengingatkan pentingnya solidaritas atas nama kemanusiaan.