Menunda ke toilet ketika dorongan BAB muncul dapat mengganggu kebiasaan buang air besar. Jika tinja terlalu lama berada di usus besar, lebih banyak air dapat diserap sehingga tinja menjadi keras dan sulit dikeluarkan.

Kebiasaan menahan BAB juga dapat membuat seseorang kurang peka terhadap dorongan alami tubuh apabila dilakukan berulang kali.

Untuk mengatasinya, usahakan pergi ke toilet ketika muncul keinginan BAB. Sediakan waktu yang cukup dan hindari terburu-buru saat buang air besar.

Meskipun sudah makan sayur, pola makan secara keseluruhan tetap perlu diperhatikan. Konsumsi makanan rendah serat secara berlebihan dapat membuat total asupan serat harian tidak mencukupi.

Contohnya, terlalu sering mengonsumsi makanan cepat saji, makanan olahan, atau camilan rendah serat tanpa diimbangi buah-buahan dan biji-bijian utuh.

Selain itu, perubahan pola makan secara mendadak juga dapat memengaruhi kebiasaan BAB. Karena itu, tingkatkan asupan serat secara bertahap agar tubuh dapat menyesuaikan diri dan mengurangi risiko perut kembung.

BAB tidak lancar juga dapat terjadi sebagai efek samping obat atau suplemen tertentu. Beberapa contohnya adalah obat pereda nyeri golongan opioid, suplemen zat besi, suplemen kalsium, serta obat tertentu untuk tekanan darah tinggi dan depresi.

Jika sembelit muncul setelah mulai mengonsumsi obat atau suplemen, perhatikan perubahan tersebut dan konsultasikan dengan dokter atau apoteker.

Jangan menghentikan obat yang diresepkan secara mandiri. Dokter dapat mengevaluasi apakah obat tersebut berkontribusi terhadap keluhan dan mempertimbangkan alternatif penanganan yang sesuai.

7. Gangguan pencernaan atau kondisi medis tertentu

Apabila BAB tetap tidak lancar meskipun asupan serat dan cairan sudah memadai, kemungkinan penyebab lain perlu dipertimbangkan.

Beberapa kondisi yang dapat berkaitan dengan sembelit antara lain hipotiroidisme atau penurunan fungsi tiroid, diabetes, serta gangguan saraf dan otot yang membantu proses buang air besar.

Pada sebagian orang, sembelit juga dapat berkaitan dengan gangguan koordinasi otot dasar panggul. Kondisi ini membuat otot yang seharusnya membantu pengeluaran tinja tidak bekerja secara terkoordinasi.

Sembelit yang menetap tidak selalu menandakan penyakit serius. Namun, pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebabnya, terutama jika keluhan baru muncul, terus berulang, atau tidak membaik meskipun sudah melakukan perubahan gaya hidup.

Cara membantu melancarkan BAB secara alami

Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk membantu mengatasi BAB tidak lancar dalam keseharian.