Ia mengatakan Kejurnas Pacuan Kuda Pordasi ke-60 Seri II Tahun 2026 yang digelar melalui Indonesia's Horse Racing (IHR) tersebut diikuti peserta dari 14 provinsi.

Selain tuan rumah, kejuaraan itu juga diramaikan kuda, pemilik kuda, dan pengelola kandang pacuan dari berbagai daerah, termasuk Jawa dan Sumatera.

"Ada 14 provinsi, terima kasih kepada peserta yang sudah meramaikan acara ini," ujarnya.

Aryo menyebutkan lebih dari 60 persen kuda yang mengikuti kejuaraan tersebut merupakan kuda kelahiran Tompaso dan wilayah lain di Sulawesi Utara.

Menurut dia, kondisi itu menunjukkan pentingnya peran peternak dan pemilik kuda di Sulut dalam pengembangan olahraga pacuan kuda nasional.

"Jadi ke depan, tidak mungkin sukses tanpa ada dukungan yang luar biasa kepada para peternak, para owner, para pemilik, semua yang punya stable di Sulut," katanya.