NADIKABAR.COM — Bendungan Lekopancing di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), yang dilanda kekeringan membuat suplai air baku untuk Kota Makassar ikut menurun. Hal ini lantaran tinggi muka air di Bendungan Lekopancing sudah mencapai minus 160 centimeter (cm) atau jauh di bawah batas normal.
"Suplai ke saluran air baku milik PDAM Kota Makassar masih ada, tapi turun," kata Petugas Bendungan Lekopancing Maros, Ansar kepada NadiKabar, Rabu (3/9/2026).
Ansar menunjukkan peil schaal atau papan yang menunjukkan ukuran ketinggian air di saluran air baku, statusnya di bawah indikator berwarna biru. Hal itu menunjukkan pasokan air baku sangat minim.
"Itu dibawah yang warna biru, sudah hitam (di peil schaal), itu berarti airnya turun. Biasanya air itu di (indikator) warna biru," ucapnya.
Kendati begitu, Ansar memastikan air yang ada tetap mengalir ke saluran air baku. Pihaknya membuka pintu air atau intake Bendungan Lekopancing hingga 90 cm.
"Ini intake kita buka di ketinggian 90 cm, supaya air yang ada di bendungan tetap memasok ke saluran air baku," beber Ansar.
Diketahui, Bendungan Lekopancing mengering imbas musim kemarau panjang. Situasi ini dilaporkan terjadi sejak Juni 2026.
"Kurang tahu (kapan datang hujan), karena kemarau panjang tidak bisa diprediksi, karena bagaimana biasanya bulan 11 (November) sudah ada pelimpahan air," ucap Ansar.
Ansar menganggap kondisi kekeringan di Bendungan Lekopancing termasuk parah dibanding tahun lalu. Hal ini karena pasokan air menurun drastis.
"Kayaknya parah ini (dibanding tahun lalu), karena minusnya sampai 160 cm, biasanya 140 sudah ada air melimpah," tutur Ansar.