Untuk tiga bulan mendatang, sebanyak 33 ahli atau 52 persen memperkirakan laju pertumbuhan ekonomi tidak berubah dari angka terbaru.

Sementara itu, 21 ahli atau 33 persen memperkirakan pertumbuhan ekonomi melambat dan sembilan ahli atau 14 persen memperkirakan pertumbuhan melaju.

Adapun untuk tekanan inflasi dalam satu bulan mendatang, sebanyak 38 dari 63 ahli atau 60 persen memperkirakan tekanan inflasi lebih tinggi.

Lalu, sebanyak 22 ahli atau 35 persen memperkirakan tekanan inflasi tidak berubah, sedangkan tiga ahli atau 5 persen memperkirakan tekanan inflasi lebih rendah.

Dalam laporan tersebut, LPEM FEB UI mencatat rata-rata ekspektasi tekanan inflasi turun dari positif 0,91 pada Semester I 2026 menjadi positif 0,60 pada Semester II 2026.

Penurunan ini signifikan secara statistik, meskipun rata-rata penilaian masih menunjukkan ekspektasi kenaikan tekanan inflasi.

Survei Ahli Ekonomi Semester II 2026 dilakukan secara daring pada 21 September hingga 13 Oktober 2026. Survei ini melibatkan 63 ahli dari berbagai latar belakang, termasuk akademisi, lembaga penelitian, lembaga pemikir, sektor swasta, serta organisasi atau institusi multinasional.