Para peneliti pun mempelajari komunitas pemburu-pengumpul untuk memahami pola tidur alami manusia. Ulasan tersebut mengutip studi yang diterbitkan dalam jurnal Current Biology, yang menemukan masyarakat di Tanzania dan Bolivia tidur sekitar 5,7 hingga 7,1 jam setiap malam.
Durasi tidur yang lebih pendek tersebut tidak dapat semata-mata dikaitkan dengan faktor modern, seperti kebisingan lalu lintas, penggunaan media sosial, atau paparan cahaya buatan pada malam hari.
Perkembangan industrialisasi, penggunaan listrik, dan urbanisasi telah mengubah waktu, durasi, serta keteraturan tidur manusia secara signifikan. Salah satu faktor utamanya adalah terganggunya siklus alami terang dan gelap.
Di era modern, paparan cahaya buatan dan aktivitas kerja pada malam hari dapat menyebabkan ketidaksesuaian ritme sirkadian yang berlangsung terus-menerus, sehingga berpotensi memengaruhi kesehatan fisik maupun mental.