Peringatan ini menjadi momentum untuk mengenal ekosistem laut, terlibat dalam upaya konservasi, serta mendukung berbagai inisiatif untuk melindungi hiu paus.
melansir laman National Today, Hari Hiu Paus Internasional pertama kali diperingati pada 2008 dalam International Whale Shark Conference yang berlangsung di Isla Holbox, Meksiko. Konferensi tersebut dihadiri 40 ahli kelautan, aktivis, dan ilmuwan yang memiliki kepedulian terhadap penurunan populasi hiu paus.
Hiu paus telah menghuni lautan selama sekitar 240-260 juta tahun. Namun, keberadaannya baru diketahui oleh dunia ilmiah pada 1820-an setelah ditemukan di lepas pantai Afrika Selatan. Dr Andrew Smith kemudian mendeskripsikan hiu paus sebagai spesies hiu terbesar yang pernah ada di Bumi.
Meski berukuran sangat besar dan beberapa kerabatnya dikenal lebih agresif, hiu paus justru memiliki sifat yang relatif jinak. Saat lahir, ukurannya hanya sekitar 16-24 inci atau 41-61 cm. Seiring pertumbuhannya, hiu paus dapat mencapai ukuran maksimal pada usia sekitar 25 tahun dengan panjang hingga 46-60 kaki atau sekitar 14-18 meter.
Hiu paus memiliki sekitar 300 baris gigi dengan jumlah mencapai 3.000 buah. Meski jumlahnya sangat banyak, setiap gigi hanya berukuran sekitar 0,2 inci atau 0,5 sentimeter. Dengan berat yang dapat mencapai sekitar 12 ton, hiu paus merupakan hewan penyaring makanan (filter feeder) yang terutama mengonsumsi plankton, cumi-cumi, dan ikan. Sejalan dengan ukurannya yang besar, hiu paus juga memiliki nafsu makan yang tinggi dan dapat mengonsumsi hingga sekitar 44 pon atau 20 kilogram makanan setiap hari.
Raksasa laut yang memiliki pola bintik dan garis unik pada kulitnya ini tergolong sulit ditemukan. Hiu paus telah hidup sejak periode Jura dan Kapur. Namun, hingga sebelum 1980-an, tercatat kurang dari 350 penampakan hiu paus. Jumlah tersebut tergolong sangat sedikit, terlebih jika mengingat sudah lebih dari 100 tahun sejak spesies ini pertama kali dikenal oleh komunitas ilmiah.
Hiu paus umumnya hidup di perairan hangat dengan kedalaman yang relatif dangkal. Setiap musim semi, hiu paus bermigrasi menuju landas kontinen bagian barat Australia. Karang di kawasan Ningaloo Reef menyediakan plankton dalam jumlah melimpah yang menjadi sumber makanan bagi hewan tersebut.
Namun, dalam beberapa dekade terakhir, hiu paus masuk dalam daftar spesies yang terancam punah. Hewan ini terus diburu untuk diambil daging dan siripnya, bahkan menjadi sasaran perburuan untuk hiburan. Sejumlah wilayah di Asia, termasuk Filipina, masih menghadapi persoalan perdagangan hiu paus.
Jika hiu paus tidak dilindungi, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh spesies tersebut, tetapi juga dapat memengaruhi ekosistem laut. Berkurangnya hiu paus dapat menyebabkan jumlah plankton meningkat, yang kemudian mendorong pertumbuhan alga secara berlebihan. Kondisi tersebut berpotensi memberikan dampak negatif terhadap populasi ikan lainnya, lingkungan, hingga manusia.
Minggu Keadilan Sosial atau Social Justice Sunday diperingati oleh masyarakat Australia setiap hari Minggu terakhir pada bulan Agustus. Tahun ini jatuh pada tanggal 30 Agustus 2026.
melansir National Today, peringatan yang berlangsung selama sepekan ini berakar pada ajaran sosial Gereja Katolik dan mengajak masyarakat untuk merefleksikan berbagai ketimpangan sosial, serta mendorong upaya menciptakan dunia yang lebih adil dan setara.
Peringatan Minggu Keadilan Sosial oleh Gereja Katolik di Australia memiliki sejarah yang panjang. Sejak 1940, para uskup Katolik hampir setiap tahun bekerja sama untuk mengeluarkan pernyataan penting mengenai keadilan sosial.
Pada 1987, Australian Catholic Social Justice Council (ACSJC) dibentuk oleh Australian Catholic Bishops Conference (ACBC) sebagai lembaga nasional Gereja Katolik Australia yang menangani isu keadilan, perdamaian, dan hak asasi manusia. Bishops Commission for Justice and Development bertugas memastikan ACSJC menjalankan tanggung jawabnya kepada ACBC.