Apa pun penyebabnya, dampak overdosis tidak hanya dirasakan oleh korban, tetapi juga oleh keluarga dan orang-orang terdekatnya. Dampaknya bahkan dapat meluas ke aspek sosial dan ekonomi, sementara prasangka serta stigma mengenai overdosis sering kali membuat keluarga dan teman korban semakin sulit menghadapi kesedihan mereka.
Karena itu, masyarakat dapat berperan dengan membicarakan persoalan overdosis secara lebih terbuka, memberikan dukungan kepada orang-orang yang sedang menghadapi masalah, dan terus meningkatkan upaya pencegahan. Jika pada akhirnya upaya tersebut mampu menyelamatkan satu nyawa saja, hal itu sudah menjadi sebuah kemenangan yang patut dihargai.
Hari Internasional untuk Orang Keturunan Afrika (International Day for People of African Descent) juga diperingati setiap 31 Agustus. Hari peringatan ini untuk merayakan kontribusi besar dan warisan budaya yang beragam dari masyarakat keturunan Afrika di seluruh dunia.
Melansir laman National Today, hari ini ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 16 Desember 2020 melalui Resolusi Majelis Umum PBB A/RES/75/170. Hari Internasional untuk Orang Keturunan Afrika merupakan peringatan yang relatif baru yang dibentuk oleh PBB.
Peringatan ini berlangsung di tengah Dekade Internasional untuk Orang Keturunan Afrika (International Decade for People of African Descent), sebuah inisiatif PBB yang turut mendorong lahirnya peringatan tersebut. Menurut PBB, tahun 2020 menjadi momentum penting dalam perubahan cara dunia menangani persoalan diskriminasi dan marginalisasi terhadap masyarakat keturunan Afrika.
Dalam beberapa dekade terakhir, berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan perhatian terhadap persoalan yang dihadapi komunitas Afrika dan masyarakat keturunan Afrika di berbagai belahan dunia. Berbagai langkah juga terus dilakukan untuk memperbaiki kondisi kehidupan komunitas tersebut sekaligus mengakui beragam kontribusi masyarakat keturunan Afrika.
Kontribusi tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari seni dan sastra hingga ilmu pengetahuan dan penelitian. Diaspora Afrika telah memberikan pengaruh positif yang signifikan di berbagai belahan dunia, sementara komunitas Afrika dengan kekayaan dan keberagamannya telah meninggalkan jejak dalam berbagai aspek kehidupan global.
Menurut PBB, terdapat sekitar 200 juta orang di kawasan Amerika yang mengidentifikasi diri sebagai keturunan Afrika. Melalui peringatan ini, PBB berharap dapat semakin memperkuat tiga pilar Dekade Internasional untuk Orang Keturunan Afrika, yaitu pengakuan, keadilan, dan pembangunan.
Peringatan ini juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal lebih jauh warisan dan budaya Afrika melalui berbagai kegiatan, seperti film, tari, musik, dan seni. Selain itu, peringatan tersebut turut menyoroti berbagai kontribusi politik dan ilmiah yang telah diberikan oleh masyarakat keturunan Afrika di seluruh dunia.