Capaian ini didukung pengelolaan nilai pelanggan, penyederhanaan produk, serta penerapan strategi komersial yang disiplin. Hasilnya, ARPU seluler Telkomsel naik 7,1 persen YoY menjadi Rp45.400, disertai peningkatan data yield sebesar 6,5 persen YoY.
Sementara itu, di tengah penataan basis pelanggan, pendapatan bisnis IndiHome tercatat Rp19,1 triliun. Sejumlah indikator mulai menunjukkan perbaikan secara kuartalan; jumlah pelanggan IndiHome meningkat 1,2 persen QoQ (Quarter-on-Quarter) menjadi 9,63 juta di kuartal III 2026, dengan ARPU naik 3,2 persen QoQ menjadi Rp217.700.
Di segmen B2B Infrastructure, pendapatan naik 5,5 persen YoY menjadi Rp7,1 triliun, didukung oleh layanan data center, konektivitas, dan penyewaan infrastruktur TelkomGroup. Mitratel mencatatkan pendapatan bisnis menara telekomunikasi dan FTTT sebesar Rp7,01 triliun atau tumbuh 1,8 persen YoY, dengan EBITDA Rp5,81 triliun dan laba bersih Rp1,55 triliun.
Sejalan dengan pengembangan infrastruktur digital, NeutraDC membukukan pendapatan sebesar Rp1,39 triliun hingga September 2026 atau melesat 17 persen YoY, dengan EBITDA meningkat 35 persen YoY dan margin EBITDA mencapai 40,9 persen. Kenaikan ini didukung kontribusi data center di Singapura dan Cikarang seiring peningkatan kebutuhan komputasi AI.
Ke depan, NeutraDC menargetkan pengembangan kapasitas data center hingga 400 megawatt (MW) dengan aspirasi mencapai 1 gigawatt (GW). Dalam prosesnya, TelkomGroup tengah menjajaki kemitraan strategis untuk memperkuat kapabilitas teknis, akses pasar, dan pendanaan.
Pada segmen B2B ICT, pendapatan dibukukan sebesar Rp11,2 triliun, meningkat 3,1 persen YoY, dengan segmen SME naik 10,2 persen YoY menjadi Rp3,3 triliun didorong pertambahan pelanggan Indibiz menjadi 771,1 ribu pelanggan.
Kinerja segmen International turut mencatatkan tren positif dengan pendapatan meningkat 5,8 persen YoY menjadi Rp8,9 triliun, didukung pendapatan jaringan yang naik 50,2 persen YoY menjadi Rp1,37 triliun. Di sisi infrastruktur, Telin terus memperluas konektivitas kabel laut, termasuk proyek ICE 1 di Batam dan INSICA yang ditargetkan beroperasi pada kuartal IV 2026.
"Pertumbuhan bisnis konektivitas internasional, termasuk pengembangan jaringan kabel laut dan hub Batam, menjadi bagian dari upaya TelkomGroup memperkuat infrastruktur digital Indonesia agar memiliki peran strategis dalam ekosistem konektivitas regional dan global," tambah Nanang.