Tim juga mengembangkan pemanfaatan bahan lokal, seperti ikan rucah, jagung, dan bekatul, sebagai alternatif pakan ayam untuk membantu peternak mengurangi ketergantungan terhadap pakan pabrikan.

Kepala Desa Tinombala Jaya Samsuri dan Kepala Desa Tinombala Sejati Mudawam menyambut baik kegiatan tersebut karena dinilai membantu warga memahami pengelolaan peternakan dan pencegahan penyakit ayam.

Pelatihan dalam program Kementerian Transmigrasi tersebut diarahkan untuk menekan risiko kematian ayam akibat penyakit, memperbaiki pengelolaan usaha, serta meningkatkan keterampilan peternak dalam memanfaatkan sumber daya lokal.

"Programnya sangat inovatif dan ramah lingkungan sehingga kami bisa memanfaatkan alam sekitar yang sudah tersedia untuk ayam-ayam agar lebih sehat," kata warga Desa Tinombala Jaya, Kecamatan Ongka Malino, Akbar Kurniati,

Akbar mengaku memperoleh pengetahuan mengenai manajemen usaha, biosekuriti, dan sanitasi kandang yang dapat diterapkan untuk menjaga kesehatan ternak sekaligus mendukung produktivitas usaha.

Dalam pelatihan tersebut, Tim Unair menekankan tiga faktor penting dalam pengelolaan peternakan, yakni pemilihan bibit unggul, penyediaan pakan sesuai kebutuhan, dan manajemen kandang.

Peternak juga diajarkan penerapan biosekuriti sederhana untuk mencegah penyebaran penyakit, antara lain memisahkan ayam sakit, mengelompokkan ternak berdasarkan umur, membersihkan tempat pakan, serta membatasi akses orang luar ke kandang.