NADIKABAR.COM — Ledakan di SPPG Mojokerto Puri Medali menelan 2 korban jiwa teknisi suplier gas elpiji. Pengacara dapur MBG tersebut, Moch Gati mengungkap pemicu ledakan gas elpiji tersebut.
Gati menjelaskan, Kamis menjadi rutinitas pihak ketiga, PT Energi Alam Utama untuk mengisi gas elpiji di SPPG Mojokerto Puri Medali. Pada H-1 kejadian, Rabu (12/8), teknisi perusahaan tersebut melakukan perbaikan instalasi gas. Sedangkan ketika terjadi ledakan, Kamis (13/8), tidak diketahui persis apakah 3 teknisi melakukan perbaikan atau mengisi gas elpiji.
"Rabu itu ada permintaan terjadi kerusakan sedikitlah, tapi hari Rabu sudah dibetulkan. Hari Kamisnya sudah biasalah rutinitas ngisi gas. Akan tetapi saat kejadian harus saya sampaikan bahwa tidak ada konfirmasi kalau tim dari PT ini melakukan perbaikan ulang atau konteksnya seperti apa tanpa izin. Karena Kepala SPPG tidak mengetahui makanya tidak berada di tempat," jelasnya kepada NadiKabar, Kamis (3/9/2026).
Berdasarkan kesaksian para pegawai SPPG Mojokerto Puri Medali, saat terjadi ledakan, terdapat 3 teknisi PT Energi Alam Utama melakukan perbaikan instalasi gas. Yaitu Piter Fernando (36), asal Porong, Sidoarjo, Kwin Lan (48), warga Dusun Clangap, Desa Mlirip, Jetis, Mojokerto, serta Edi Suyanto (55), pemilik perusahaan asal Dusun Kalijaring, Desa Mlirip, Jetis, Mojokerto.
Posisi para teknisi di depan ruang pemorsian. Sebab di situlah tempat persediaan gas elpiji untuk dapur MBG ini. Sedangkan satpam SPPG sempat mendengar suara seperti gas bocor. Malam itu, total 13 orang di dalam SPPG. Yaitu 8 relawan perempuan, 1 office boy (OB), 1 satpam, serta menjelani PT Energi Alam Utama.
Menurut Gati, di tengah 3 teknisi melakukan aktivitas di dalam SPPG Mojokerto Puri Medali sekitar pukul 21.00 WIB, salah seorang di antaranya menyulut rokok. Seketika ledakan terjadi. Penjelasannya ini juga didukung rekaman CCTV di lokasi.