Beberapa hari kemudian, peristiwa itu terulang. Kali ini penembakan terjadi di Banguntapan, Bantul. Korban menceritakan peristiwa yang dialami melalui medsos.
"Pagi min ijin , sya mau cerita to MLM sekitar pukul 1 MLM suami sy baru mau pulang ke rmh dia melewati per4an blok 0 min , dan disana dia mengalami hal yg tidak di inginkan dia tiba2 di tembak dengan pistol airsoft gun 2x di bagian punggung belakang dan paha kaki kanan min , mohon sekali bagi share pengalaman saya ini min agar orang2 lebih waspada lagi apa bila sedang keluar malam , ternyata sekarang bukan hanya klitih saja yg sangat meresahkan , cukup sekian min dan Terimakasih," kata akun Instagram @merapi_uncover seperti dilihat detikJogja.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto mengatakan, bahwa telah mengetahui kejadian tersebut. Namun, hingga saat ini belum ada laporan dari korban ke polisi.
"Sampai saat ini belum ada laporan terkait peristiwa penembakan airsoft gun sebagaimana viral di media sosial," katanya saat dihubungi detikJogja, Rabu (5/8/2026).
Polisi mengamankan satu dari empat pelaku penembakan airsoft gun di Jalan Laksda Adisucipto, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Minggu (27/8). Pelaku berinisial IRS (27) yang diamankan adalah eksekutor atau si penembak.
KBO Satreskrim Polresta Sleman, Ipda Kiswanto mengatakan pelaku berhasil diamankan pada hari Sabtu (22/8) di wilayah Maguwoharjo, Depok, Sleman.
"Pelaku (berinisial) IRS, usia 27 tahun, laki-laki, pelajar/Mahasiswa, dengan alamat Maguwoharjo, Depok, Sleman," terang Kiswanto dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Kamis (27/8).
Dari pengakuan pelaku, kata Kiswanto, motif pelaku melakukan tindakan itu lantaran adanya masalah keluarga.