NADIKABAR.COM — Koordinator Pelatih Tim Boccia Indonesia Islahuzzaman Nur Yadin mengatakan tim boccia sudah lebih siap menatap Paralimpiade Los Angeles 2028 setelah ber prestasi gemilang dalam Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026.
"Tim sekarang sudah lebih siap (menghadapi Paralimpiade 2028), tinggal try out di 2027, ikut kejuaraan dunia, dan kejuaraan regional," kata Islahuzzaman di Nagoya, Jepang, Kamis.
Tim boccia mempersembahkan tiga emas untuk Indonesia pada Asian Para Games melalui Handayani dari nomor individual putri BC1, Gischa Zayana dari nomor individu putri BC2, dan Felix Ardi Yudha dari nomor individu putra BC2.
Peluang menambah emas masih terbuka melalui nomor beregu yang masih bersaing dalam ajang tersebut.
Islahuzzaman mengatakan anak-anak asuhannya telah menunjukkan performa yang gemilang dalam turnamen. Meskipun sempat tertinggal, kata dia, mereka bisa mengontrol diri dan mengembalikan fokus untuk memenangkan laga final.
Ia menjelaskan bahwa pencapaian tiga emas itu tersebut juga melampaui target tim boccia yang dari awal menargetkan satu emas.
"Pertandingan final mereka cukup mendebarkan tetapi mereka bisa tampil sangat luar biasa," kata Islahuzzaman.
Tambahan tiga emas dari tim boccia mengantar Indonesia melampaui target tujuh emas dengan perolehan sementara delapan emas.
Lima emas lain dipersembahkan atlet para renang Maulana Rifky Yavianda sebanyak dua emas dari nomor 100 meter gaya bebas putra S12 dan 100 meter gaya punggung putra S12.
Kemudian atlet para atletik I Kadek Dwi Purwana Yasa meraih emas nomor lempar cakram F57 putra dan Karisma Evi Tiarani pada nomor 100 meter putri T63, dan atlet para balap sepeda Muhammad Fadli Imammuddin meraih emas individual pursuit 4000 meter putra C4.
Indonesia masih berpeluang menambah emas dari atlet-atlet yang masih akan memainkan partai final beberapa hari ke depan.