Salah satu manfaat program ini dirasakan langsung oleh warga setempat, Obeth O., melalui pemanfaatan kotoran sapi menjadi biogas untuk kebutuhan memasak.

"Hadirnya pelatihan biogas dari limbah kotoran sapi berguna bagi masyarakat. Pertama kali ada pelatihan ini, kotoran sapi bisa menghasilkan gas untuk masak," ujar Obeth.

Manfaat serupa turut dirasakan pada sisi layanan kesehatan. Tenaga kesehatan Puskesmas Windesi, Ns. Siti Harlina, mengaku pelatihan digitalisasi yang diberikan tim sangat membantu pekerjaannya sehari-hari.

"Setelah mengikuti kegiatan pelatihan ini, saya merasa sangat terbantu. Pelatihannya jelas, mudah dipahami, dan sangat relevan dengan kegiatan di puskesmas," ujarnya.

Ia berharap pelatihan ini dapat terus diterapkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan, dan program dari Tim Patriot Kementerian Transmigrasi bisa terus berlanjut.

Kawasan seperti Teluk Wondama berpotensi menjadi 'laboratorium alam' bagi mahasiswa dari seluruh Indonesia untuk belajar keanekaragaman hayati sekaligus pembangunan berkelanjutan, sambil tetap menjaga hutan dan memberi nilai ekonomi bagi warga setempat. Upaya TEP UI ini sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas energi surya hingga ke desa-desa terpencil.

"Dengan PLTS kita juga bisa bangun kemandirian energi kita. Idealnya, setiap desa ada PLTS 1 Mega Watt," kata Presiden Prabowo.