Hengku mengatakan kapal yang mengangkut lima jurnalis dan tiga kru itu bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada Senin (7/9) pukul 14.00 WIB. Pada Selasa (8/9), polisi menerima laporan kalau orang-orang di kapal itu hilang kontak.
"Keluarga melaporkan kehilangan keluarganya yang belum kembali setelah tanggal 7 (September) berangkat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau," ujar Hengki.
Pencarian kemudian dimulai di wilayah Selat Sunda hingga wilayah pencarian diperluas. Hengki mengatakan pihaknya menerima informasi soal penemuan mayat di Pulau Enggano yang berada di Bengkulu pada hari kelima pencarian atau 12 September.
"Di Pulau Enggano, Bengkulu Utara, ditemukan jenazah Mr X," ujarnya.
Henki mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan Polda Bengkulu untuk mengevakuasi jenazah. Setelah itu, tim dari Polda Banten mengumpulkan sampel DNA dari delapan keluarga korban.