Fasilitas itu dapat digunakan untuk kegiatan bongkar muat berbagai produk kimia dan petroleum cair. Produk yang dapat ditangani tim redaksi lain naphtha, LPG, propylene, ethylene, py-gas, raffinate-1, butadiene, dan PFO.

Terminal TPIA juga terhubung dengan fasilitas tank farm berkapasitas 501.606 m³. Fasilitas tersebut terdiri dari 56 tangki, dengan 25 tangki atmosferik untuk produk kimia cair dan 31 tangki bertekanan untuk produk gas cair.

MKPI menargetkan pendapatan dan laba tumbuh di atas 10% pada 2026. Emiten pengelola Pondok Indah Mall itu mencatatkan kinerja positif sepanjang semester I-2026.

Pendapatan MKPI mencapai Rp1,36 triliun pada 1H26, meningkat dibandingkan Rp1,20 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba bersih juga naik menjadi Rp594,38 miliar dari Rp480,12 miliar pada 1H25.

Pendapatan sewa masih menjadi sumber utama dengan nilai Rp1,04 triliun. Dari jumlah tersebut, segmen mal memberikan kontribusi Rp687,46 miliar atau sekitar 75% dari total pendapatan sewa.

MKPI memperkirakan pertumbuhan bisnis berikutnya mendapat dukungan dari Pondok Indah Mall 5 (PIM 5), yang mulai beroperasi pada April 2026. Meski demikian, tingkat okupansi tenant di PIM 5 masih belum mencapai kondisi yang ditargetkan.

Selain itu, MKPI mengalokasikan belanja modal sekitar Rp300 miliar. Dana tersebut tim redaksi lain digunakan untuk pembangunan jembatan penghubung PIM 3-PIM 5, gedung parkir PIM 1, serta renovasi bekas Transmart Lebak Bulus menjadi bagian dari Pondok Indah Mall.

CBRE akan melakukan penambahan modal melalui PMHMETD atau rights issue. Perseroan menetapkan rasio 100:260 dengan jumlah saham baru yang diterbitkan maksimal 11,80 miliar saham.

Saham baru tersebut memiliki nilai nominal Rp25 per saham dan setara dengan 72,22% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah PMHMETD I.

CBRE menetapkan harga pelaksanaan rights issue sebesar Rp108 per saham. Dengan jumlah saham yang ditawarkan, perseroan berpotensi mendapatkan dana hingga Rp1,27 triliun.