NADIKABAR.COM — Mata air Kedungdowo di Kecamatan Panggul, Trenggalek menjadi sumber kehidupan masyarakat sejak ratusan tahun silam. Anugerah alam ini terus dijaga kelestariannya.

Sebagai bentuk rasa syukur, masyarakat menggelar tradisi metri bumi. Tradisi ini menjadi pengingat, kelestarian alam dan sumber air harus terus dirawat karena kehidupan manusia bergantung pada bumi.

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin mengatakan, tradisi metri bumi merupakan salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi ke-832 Trenggalek. Menurutnya, metri bumi bukan sekadar seremonial belaka. Namun, telah dibarengi langkah nyata masyarakat dengan merawat mata air tetap lestari hingga kini.