Program ini juga menghadirkan pengalaman belajar yang lebih luas. Trane dan GCI mengembangkan kurikulum dengan melibatkan para ahli di bidang ketahanan iklim, pembangunan rendah karbon, dan kecerdasan buatan (AI). Melalui kurikulum tersebut, mahasiswa dapat mengenal lebih jauh berbagai isu yang menentukan masa depan industri. Program intensif pengembangan kepemimpinan dan inovasi juga akan mendorong mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu bekerja sama dalam tim untuk merancang dan menjalankan proyek berskala kecil di tengah masyarakat. Dengan cara ini, mereka dapat menerapkan ilmu yang dipelajari untuk menjawab kebutuhan nyata di lingkungan sekitar.

Trane juga memperluas manfaat program dengan membuka sejumlah sesi pelatihan daring yang sebelumnya hanya diperuntukkan bagi penerima beasiswa. Kini, masyarakat umum dapat mengikuti sesi-sesi tersebut secara gratis. Akses terbuka ini memberi kesempatan kepada lebih banyak anak muda di Indonesia yang ingin memahami isu iklim dan keberlanjutan, serta mengenal beragam peluang karier di sektor ekonomi hijau.

"Program beasiswa ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar dan berkembang di luar ruang kelas, serta mengenal beragam perspektif dari kalangan profesional dan pelaku industri," ujar Iwan Ridwan, S.T., M.T., Ph.D., Wakil Direktur Bidang Akademik POLBAN. "Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut untuk mempererat hubungan antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri. Dengan demikian, mahasiswa dapat mencermati penerapan ilmu yang mereka pelajari, baik di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat."

"Pada tahun pertamanya, program ini mendapat respons positif dari kalangan anak muda yang tertarik pada isu iklim, energi, dan keberlanjutan," ujar Ikrom Mustofa, S.Si., M.Sc., Founder and Advisor, GCI. "Dengan membuka sejumlah sesi pelatihan untuk umum, kami ingin menjangkau semakin banyak mahasiswa dari berbagai latar belakang pendidikan. Sementara itu, penerima beasiswa tetap memperoleh pendampingan dan mengikuti program pengembangan yang terarah dan mendalam."