Bolsonaro, putra mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro, kalah dalam putaran kedua pemilihan presiden pekan lalu dari petahana Luiz Inacio Lula da Silva.

Setelah kekalahan tersebut, ia meninggalkan Brasil meskipun terdapat perintah pengadilan yang mewajibkannya menyerahkan paspor sebagai bagian dari penyelidikan dugaan pencucian uang dan pelanggaran keuangan.

Otoritas Brasil tengah menyelidiki keadaan yang melatarbelakangi kepergiannya, termasuk kemungkinan adanya bantuan dari pejabat asing untuk memfasilitasi perjalanan tersebut.

Bolsonaro memasuki AS melalui mekanisme discretionary parole, yakni izin imigrasi sementara yang memungkinkan seseorang tinggal di negara tersebut hingga Oktober 2027. Media Brasil melaporkan informasi itu dengan mengutip catatan Badan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS (CBP).

Izin tersebut tidak memberikan status keimigrasian permanen.