NADIKABAR.COM — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membebaskan Rusia dari sanksi dan tarif ekonomi luas selama 60 hari untuk menekan lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) serta menganalisis dampaknya terhadap perekonomian global.

Mengutip AFP, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menjelaskan bahwa penundaan pembatasan ekonomi tersebut sengaja diambil saat bergejolaknya harga energi global akibat eskalasi konflik di berbagai belahan dunia, termasuk perang AS dengan Iran.

Menurut Rubio, berbagai konflik global saat ini mulai bertabrakan dan dampaknya sangat terasa pada lonjakan harga minyak dan solar.

"Presiden ingin memanfaatkan periode 60 hari ini untuk menganalisis apa arti penerapan sanksi dan tarif tersebut bagi perekonomian global, bahkan bagi perekonomian AS," ujar Rubio saat memberikan keterangan resmi, Sabtu (17/10).

Rubio juga membela transaksi solar dengan Rusia tersebut. Menurutnya, solar Rusia akan tetap masuk ke pasar global sehingga AS memilih untuk ikut mengambil pasokan itu.