"Begini, saya mengatakan hal ini: Selamat kepada Partai Demokrat. Mereka telah melakukan pekerjaan yang baik," kata Trump dalam wawancara telepon dengan FOX News Democracy 26.

"Mereka telah menantikan momen ini selama 11 tahun, dan akhirnya mereka berhasil. Tetapi saya tidak menganggap ini sebagai pukulan yang ditujukan kepada saya," ucapnya.

Pernyataan bernada pujian semacam ini tergolong sangat tidak biasa bagi Trump, yang sepanjang kampanye pemilu sela lebih sering melabeli Partai Demokrat dengan berbagai sebutan mulai dari komunis hingga Islamis.

Trump Siap Kerja Sama dengan Demokrat, Tapi Peringatkan Hak Veto

Trump menegaskan kembali bahwa, berbeda dengan kekalahannya dalam pilpres 2020, kali ini dirinya menerima hasil pemungutan suara dan menyatakan siap bekerja sama dengan Partai Demokrat yang kini akan menguasai Kongres AS.

"Saya bisa bekerja sama dengan mereka dalam banyak hal," ujarnya.

Namun, pada saat yang sama, Trump memperingatkan bahwa dirinya siap menggunakan kekuasaan eksekutifnya untuk memveto rancangan undang-undang apa pun dari Partai Demokrat, kapan pun dia merasa perlu melakukannya.

"Mereka bisa saja mengajukan, katakanlah, 50 rancangan undang-undang hebat yang mereka banggakan, lalu saya akan mengembalikannya dengan stempel khusus -- 'veto'," cetus Presiden AS tersebut.

Lebih lanjut, Trump mengakui bahwa konflik melawan Iran yang berlarut-larut turut mempengaruhi hasil pemilu sela ini. Diketahui bahwa berbagai jajak pendapat menjelang pemilu sela menunjukkan bahwa isu perang Iran, dan kenaikan harga minyak yang diakibatkannya, sangat tidak disukai oleh para pemilih AS.

"Saya pikir salah satu faktornya adalah Iran, tetapi di sisi lain, rakyat juga memahami pentingnya langkah-langkah yang telah saya ambil terkait Iran," kata Trump dalam wawancara dengan Fox News tersebut.

Terlepas dari itu, nada bicara Trump yang bernuansa mendamaikan ini tidak ditujukan untuk partainya sendiri, Partai Republik. Dalam pernyataan terpisah via akun Truth Social miliknya, Trump mengklaim bahwa kekalahan didapatkan Partai Republik karena dirinya tidak mencalonkan diri dalam pemilu ini.

"Nama saya tidak ada dalam surat suara dan seandainya ada, kita pasti menang TELAK!" ujarnya.