Farda mengakui adanya tantangan ketersediaan jaringan internet dalam penggunaan portal GIK Tech4disaster. Ketika terjadi gangguan jaringan akibat bencana, proses pengiriman laporan dapat ikut terkendala.

Untuk mengatasinya sementara waktu, data dapat disimpan terlebih dahulu dan dikirimkan ketika perangkat kembali mendapatkan sinyal.

"Bagaimanapun, dukungan konektivitas juga dapat diberikan melalui mobile tower atau menara jaringan bergerak," tambah Farda.

Data pemetaan yang dikumpulkan di portal ini dikatakan Farda juga dapat ditampilkan dalam sistem Badan Nasional Penanggulangan Bencana(BNPB) melalui map services. Karena itu, informasi yang sudah dihimpun UGM bisa tersinkronisasi dengan informasi kebencanaan yang digunakan BNPB.

Ia menambahkan, UGM AI Tech4Disaster rencananya akan dikembangkan untuk berbagai kebutuhan kebencanaan, seperti analisis citra satelit, pemetaan longsor, manajemen shelter, dan manajemen logistik. pemanfaatan IoT dan berbagai model AI juga rencananya akan masuk pengembangan teknologi ini.