"Jangan kemudian kampus suruh mendidik orang, tapi habis itu pemerintah juga abaikan, perusahaan juga abaikan. Itu penting sekali," papar Zuly.

Di sisi lain, Zuly juga berharap para mahasiswa maupun alumni UMY juga bisa membuka wawasan seluas-luasnya dengan mengikuti UMY Career Fair 2026 ini. Pasalnya, persaingan kerja dewasa ini begitu ketat. Tak hanya soal akademik, mahasiswa juga dituntut memiliki etika dan skill khusus agar tidak tergilas persaingan kerja.

"Saya hampir tiap tahun mewisuda yang IPK-nya 4, yang IPK-nya 3,9. Tetapi bukan hanya soal IPK, karena IPK itu sekarang membludak ya yang IPK-nya tinggi-tinggi, tapi etikanya nggak bagus, moralnya kurang bagus, dan tidak punya skill yang lain. Maka penting sekali, IPK penting, kemampuan individual itu penting, talenta khusus itu penting, dan kemudian moral itu sangat penting," ujarnya.

Zuly juga berharap para pencari kerja yang mengikuti UMY Career Fair 2026 juga bisa membuka pandangan jika berkarir tidak harus menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Kita beri tahu kepada alumni, kepada pencari kerja, lapangan pekerjaan itu bukan hanya ASN, kira-kira gitu. Karena sekarang ini rata-rata yang ditanya lapangan kerja yang gampang itu lah jadi ASN. Kok bisa begitu? Karena dapat pensiun," jelasnya.