"Cuman agak lebih challenging, karena ya ada tim-tim Indonesia yang baru mungkin dari community, mungkin ada coach-coach lama yang berdatangan kembali, ya mereka mungkin udah analisa kita punya gameplay jauh lebih lama. Nah kalau kita masuk ke situ, ya mungkin kembali lagi Itu akan challenging. Itu doang," ungkap Chrisjo.
Jadi ke depannya, tim dari Asia Tenggara yang bisa lolos ke panggung utama turnamen global Free Fire dari masing-masing negara totalnya ada delapan. Untuk distribusi tiket finalnya ialah Indonesia dua tim, Thailand dua tim, Vietnam dua tim, dan Malaysia satu tim. Kemudian satu tim lagi dari babak Last Chance Qualifier.
Di babak Last Chance Qualifier, akan ada 12 tim yang bersaing memperebutkan satu tiket terakhir menuju turnamen global. Mereka merupakan tim yang menempati peringkat tiga hingga lima di FFWS ID, TH, dan VN. Dari FFWS MY, yang bermain di babak penentuan ini adalah mereka tim di urutan dua hingga empat.
Total hadiah yang telah disiapkan untuk kompetisi FFWS wilayah Asia Tenggara ini mencapai USD 1,4 juta. Tim yang bertanding di FFWS Indonesia, Thailand, dan Vietnam masing-masing memperebutkan total hadiah USD 200 ribu, sementara FFWS Malaysia menawarkan hadiah uang tunai mencapai USD 100 ribu.
Hadiah tersebut berlaku untuk satu musim, sehingga totalnya ada USD 700 ribu. Untuk diketahui, setiap tahunnya ada dua musim, yakni Spring dan Fall.