"Secara saintifik, implementasi digital farming melalui arsitektur Agromaritim-Hub ini bukan sekadar modernisasi alat bantu, melainkan sebuah lompatan strategis yang terkalibrasi erat dengan komitmen global Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)," bebernya.
Dia menuturkan integrasi sistem ini berkontribusi nyata pada pencapaian SDGs 1 atau tanpa kemiskinan. Dengan keterbukaan arus informasi, posisi tawar petani menjadi jauh lebih kuat untuk mendapatkan harga jual yang rasional dan adil, yang secara langsung mengentaskan kemiskinan struktural.
Kedua, pelatihan intensif ini merupakan wujud konkret pemerataan SDGs 4 atau pendidikan bermutu. Petani di pelosok Papua Barat mendapatkan akses pendidikan vokasi non-formal yang berkualitas mengenai literasi digital dan manajemen presisi data agrikultur.
Terakhir, ekosistem dashboard terpusat ini adalah manifestasi paripurna dari SDGs 17 atau kemitraan untuk mencapai tujuan. Platform ini bertindak sebagai jembatan kemitraan strategis yang menghubungkan produsen primer di desa dengan kolaborator teknologi, pemerintah, dan konsumen luas tanpa hambatan batas geografis.
"Melalui sinergi lintas sektoral yang inklusif ini, komoditas pala Weri Saharey tidak lagi terjebak dalam sistem perdagangan yang buram. Inovasi digital telah mengubah wajah agrikultur lokal menjadi lebih informatif, terukur secara real-time, dan siap bersaing di pasar bebas yang mengedepankan prinsip keberlanjutan demi kemakmuran masyarakat Papua Barat," imbuhnya.