NADIKABAR.COM — Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, Maluku menggandeng University of Debrecen, Hungaria, untuk memperkuat kapasitas mahasiswa, terutama dalam membangun karakter kepemimpinan, etika akademik, dan kemampuan berkomunikasi secara konstruktif di lingkungan perguruan tinggi.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Hubungan Masyarakat dan Alumni Universitas Pattimura, Dr Nur Aida Kubangun di Ambon, Selasa, mengatakan kolaborasi tersebut menjadi salah satu upaya Unpatti menghadirkan penguatan kapasitas mahasiswa melalui pertukaran pengetahuan dengan akademisi internasional.
"Pembinaan ini penting agar mahasiswa tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memahami etika, karakter, dan cara berkomunikasi yang baik, termasuk dalam menyampaikan aspirasi serta menyelesaikan persoalan di lingkungan kampus," katanya.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kuliah umum bertajuk Studium Generale: Critical Minds, Responsible Voices: Student Leadership, Academic Ethics, and Constructive Dialogue yang menghadirkan Guru Besar Etnografi dan Pendidikan University of Debrecen, Prof Dr Gabor Biczo di Aula Rektorat Unpatti.
Nur Aida menjelaskan kegiatan itu ditujukan kepada mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah maupun mahasiswa Unpatti secara umum, dengan penekanan pada pembentukan karakter dan penguatan etika selama menjalani pendidikan tinggi.
Menurut dia, materi yang disampaikan mencakup tata cara berkomunikasi dengan dosen, membangun hubungan akademik yang sehat, serta memahami mekanisme penyampaian aspirasi dan penyelesaian persoalan secara tepat.
Ia mengatakan penguatan tersebut berbeda dari pembinaan mental dan spiritual karena lebih diarahkan pada peningkatan kapasitas mahasiswa dalam menjalankan peran akademik dan berorganisasi.
"Mahasiswa perlu memahami bagaimana menyampaikan pendapat dan aspirasi secara baik, mengikuti mekanisme yang berlaku, serta membangun dialog yang konstruktif ketika menghadapi persoalan," ujarnya.
Kerja sama Unpatti dengan University of Debrecen diperkuat melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Hungaria.
Kerja sama tersebut mencakup bidang pendidikan, penelitian, pertukaran mahasiswa dan dosen, serta pengembangan kapasitas akademik.
Kedua perguruan tinggi juga telah menjalin kerja sama pada tingkat fakultas dan program studi melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dan Implementation Arrangement (IA).
Sejumlah agenda tindak lanjut yang disepakati meliputi pertukaran dosen, kuliah tamu, seminar internasional, serta kolaborasi penelitian dan publikasi ilmiah.
Nur Aida berharap kolaborasi internasional tersebut tidak berhenti pada kesepakatan kelembagaan, tetapi memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa melalui peningkatan wawasan, pengalaman akademik, dan kemampuan menghadapi berbagai tantangan selama menempuh pendidikan tinggi.