"Udara bersih adalah hak semua, tidak peduli di mana kita berada," bunyi pernyataan dalam unggahan tersebut. "Mari bersama-sama menjaga lingkungan, melindungi hutan, dan menghentikan pembakaran terbuka demi masa depan anak-anak seperti kami," lanjut kutipan itu.

Menariknya, kampanye lingkungan dari karakter yang sangat populer di Indonesia ini turut menyertakan tagar spesifik berbunyi #CleanAirForAll dan #HazeFreeASEAN.

Penyematan tagar tersebut seolah menjadi sentilan tajam terhadap krisis kabut asap lintas negara yang kerap berulang dan menyelimuti kawasan Asia Tenggara akibat praktik pembakaran hutan.

The Star pada Selasa (20/10) memberitakan 29 wilayah di seluruh Malaysia mencatat indeks Pencemar Udara (API) yang tidak sehat pada pukul 08.00, dengan Batu Muda di Wilayah Federal Kuala Lumpur mencatat angka tertinggi yaitu 172.

Menurut portal Indeks Pencemar Udara Malaysia (APIMS) Departemen Lingkungan Hidup, tujuh wilayah di Johor juga mencatat tingkat API yang tidak sehat, yaitu Larkin (157), Pasir Gudang (156), Kota Tinggi (154), Kluang (151), Pengerang (151), Tangkak (131) dan Batu Pahat (130).