Ia menambahkan, prinsip utama sistem baru itu adalah pengelolaan secara lokal, porsi disesuaikan dengan kebutuhan, serta makanan dimasak dan disajikan dalam waktu yang sesingkat mungkin.
Sementara itu, proses pemulihan santri yang sebelumnya menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit terus dilakukan. KH Abdul Wahid Harun menyebut masih ada 22 santri yang menjalani perawatan di sembilan rumah sakit.
Para santri yang masih dirawat nantinya akan diantar pulang setelah kondisinya memungkinkan dan tetap dipantau oleh pihak pondok.
"Yang masih dirawat ada 22 santri di sembilan rumah sakit. Nanti kami antar pulang dan terus kami pantau kondisinya," katanya.
KH Abdul Wahid Harun berharap kejadian yang terjadi menjadi bahan evaluasi sekaligus momentum bagi Ponpes Manbaul Hikam untuk melakukan pembenahan.
"Kami melihat ini sebagai ujian. Mudah-mudahan dari ujian ini pondok justru bisa lebih dikenal dan naik kelas. Yang penting kejadian seperti ini jangan sampai terulang," pungkasnya.