NADIKABAR.COM — Ada tradisi sederhana yang terus dipertahankan Kepala Desa Sukorejo, Kecamatan Turi, Lamongan, Suminto. Setiap kali musim panen padi usai, sebagian hasil panen disisihkannya untuk dibagikan kepada seluruh warga desa.
Bukan hanya kepada warga yang dianggap membutuhkan, beras tersebut dibagikan secara merata kepada seluruh rumah tangga di Desa Sukorejo. Masing-masing rumah mendapatkan satu paket beras seberat 5 kilogram.
Pembagian biasanya dilakukan setelah musim panen selesai. Beras diangkut menggunakan kendaraan bak terbuka, kemudian diantarkan dari rumah ke rumah oleh dua orang yang ditugaskan Suminto.
Meski tak selalu turun langsung membagikan beras, warga mengetahui paket tersebut merupakan pemberian dari kepala desa mereka. Setiap tahun, lebih dari 400 paket beras disiapkan untuk dibagikan kepada warga.
Tradisi berbagi itu rupanya tak hanya dilakukan setelah panen padi. Ketika musim panen ikan tiba, warga Desa Sukorejo juga mendapat bagian hasil panen ikan yang dikirimkan melalui orang yang ditugaskan Suminto.
"Tiap tahun semua rumah dapat beras dan ikan dari Pak Kades," ujar Kusbianto, salah seorang warga Desa Sukorejo.
Menurut Kusbianto, pemberian tersebut sudah menjadi kebiasaan yang dirasakan langsung masyarakat. Seluruh rumah mendapatkan bagian sehingga tidak ada warga yang terlewat.
Dikonfirmasi mengenai kebiasaan tersebut, Suminto membenarkannya. Ia mengatakan tradisi berbagi sebagian hasil panen itu telah diniatkan bersama istrinya sejak awal dirinya menjabat sebagai Kepala Desa Sukorejo.
"Sudah kami niatkan dari awal menjabat. Alhamdulillah, hasil panen petani di desa ini tahun ini cukup baik, harga gabah juga bagus. Sebagian kami sisihkan untuk dibagikan kepada warga," kata Suminto.
Ia menjelaskan jumlah beras yang disiapkan setiap tahun menyesuaikan jumlah rumah yang ada di Desa Sukorejo. Saat ini terdapat sekitar 430 rumah yang menjadi sasaran pembagian.
Desa Sukorejo terdiri dari dua dusun, yakni Dusun Jalak dan Dusun Kepatihan. Dari dua dusun tersebut, terdapat sekitar 430 rumah warga.
"Jumlahnya mengacu pada jumlah rumah warga. Desa Sukorejo terdiri dari Dusun Jalak dan Dusun Kepatihan, dengan jumlah sekitar 430 rumah," jelasnya.
Bagi Suminto, berbagi hasil panen bukan sekadar persoalan jumlah beras atau ikan yang diberikan. Lebih dari itu, tradisi tersebut menjadi bentuk rasa syukur setelah para petani memperoleh hasil dari kerja keras mereka selama satu musim.
Ia ingin sebagian hasil yang diperoleh dapat kembali dirasakan oleh masyarakat di desanya.
Tradisi tersebut terus dipertahankan setiap tahun sejak Suminto dipercaya memimpin Desa Sukorejo. Di tengah rutinitas panen yang datang silih berganti, hasil bumi tak hanya menjadi rezeki bagi mereka yang menggarapnya, tetapi juga menjadi sarana berbagi dengan seluruh warga desa.