Selama lima hari, para peserta mendapatkan materi mengenai ekologi tanah, sifat fisik, kimia, dan biologi tanah, pembuatan Mikro Organisme Lokal (MOL), teknik pengomposan, hingga praktik budidaya organik.

Mereka juga mengikuti berbagai praktik lapangan, seperti pengujian tekstur tanah, daya kapiler, dan aerasi, pengenalan biota tanah, serta pembuatan kompos dan MOL.

Endra mengatakan perusahaan terus berupaya menghadirkan program pemberdayaan yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat melalui bidang-bidang penting, seperti pertanian, ekonomi, pendidikan, serta kesehatan.

β€œMelalui pelatihan ini, kami ingin memperkuat kapasitas petani agar semakin mandiri dalam mengelola lahan secara produktif dan ramah lingkungan, sekaligus mendorong keberlanjutan sektor pertanian,” ujarnya.

Ia menambahkan melalui pelatihan tersebut, para peserta diharapkan dapat menerapkan sekaligus membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada petani lainnya di desa masing-masing sehingga praktik pertanian organik yang sehat dan berkelanjutan dapat semakin berkembang di wilayah Morowali.