NADIKABAR.COM — Ketua Umum Viking Persib Club (VPC) Tobias Ginanjar menduga pelaku pembunuhan Bobotoh di Bogor terafiliasi dengan kelompok suporter.

Dugaan tersebut mengemuka menyusul munculnya spekulasi di publik terkait latar belakang pelaku pembacokan terhadap korban meninggal dunia bernama Arief Rahman Kusuma.

VPC menilai keterangan kepolisian mengenai status pelaku yang diklaim bukan bagian dari suporter perlu didalami lebih lanjut. Menurut Tobias aparat penegak hukum harus transparan dan tegas.

"Namun, bagi sebagian Bobotoh masih ada rasa kejanggalan ketika ada statement yang mengatakan bahwa pelaku bukan bagian dari suporter," kata Tobias di Instagram pribadinya, Kamis (29/10).

"Tentunya keterangan polisi tersebut pastinya bersumber dari keterangan awal pelaku bahwa pelaku menyatakan dirinya bukan suporter," sambung lelaki yang juga anggota DPRD Jawa Barat ini.

Tobias menguraikan, dari hasil koordinasi bersama komunitas pendukung Persib menunjukkan indikasi keterlibatan pelaku dengan basis suporter, yang berbaris di Bogor.

"Kami dari Bobotoh berharap kepolisian bisa menggali lagi informasi karena dari informasi-informasi yang kami dapat, ada yang menyampaikan bahwa diduga pelaku terindikasi ke salah satu suporter."

"Yang klubnya berdomisili di Bogor, namun sekarang sudah tidak ada lagi di Liga 1 [Super League]. Tentunya informasi ini belum tentu benar, tapi mudah-mudahan polisi bisa mendalami," kata Tobias.

Pendalaman informasi, menurut Tobias, amat penting demi memberi kepastian informasi kepada masyarakat umum. Klarifikasi menyeluruh diharapkan dapat meredam potensi gesekan.

"Ini penting untuk dijawab agar perdebatan di media sosial, di publik bisa terhindari, tidak ada lagi perdebatan yang memicu konflik. Semoga informasi tambahan ini bisa ditindaklanjuti," katanya.

Sebelumnya Kapolres Bogor, AKBP Arfan Zulkan Sipayung, menyebut pelaku bukan suporter salah satu klub bola. Polisi menangkap MR (26 tahun), sebagai pelaku pembacokan Bobotoh di Bogor.

"Kami juga sudah amankan pelaku juga yang terkait dengan, ya bisa dibilang pelaku yang bisa dibilang kenakalan remaja, ataupun dibilang yang menghilangkan nyawa tersebut," kata Arfan.